Kalah dari Jepang , Menpora: Ini Saatnya Hapuskan Dualisme Kompetisi


Kekalahan Tim Garuda Muda melawan Jepang dengan skor telak 5-1 pada laga keempat Piala AFC, bagi Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malaranggeng harus menjadi pelajaran berharga. Soalnya, jika tidak sejak awal membentuk tim terbaik bangsa, maka Indonesia akan sulit masuk dalam kelas Asia.

“Ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk membentuk tim terbaik yang terdiri dari putra-puti terpilih. Jika tidak, tentu akan sulit kita masuk dalam level Asia. Itulah sebabnya joint comitte harus bekerja dengan baik dan dualisme kompetisi bisa segera selesai,”ucap Menpora ketika ditemui usai menonton Piala Asia di Riau Main Stadium, Kamis malam (12/7).

Dikatakan Andi, jika dualisme kompetisi bisa dihapuskan, maka atlet-atlet muda Indoenesia bisa lebih fokus untuk memperkuat tim nasional dan bisa bermain pada tingkat Asia. “Jika dualisme sudah selesai, maka putra-putri terbaik kita bisa lebih foku untuk memperkuat tim nasional,” kata Andi Malaranggeng.

Terkait belum mampunya Indonesia menciptakan regenerasi ‘pencetak gol’ sejak 15 tahun terakhir, dimana sejak munculnya nama Bambang Pamungkas beberapa tahun silam, hingga saat ini belum ada regenerasi yang sepadan, Menpora mengatakan generasi Indonesia pada dasarnya mempunyai talenta untuk maju, walau memang diperlukan pembinaan lebih intensif lagi.

“Sebenarnya kita punya banyak putra-putri yang memiliki talenta namun perlu belajar lagi. Kalau untuk tingkat Asia Tenggara kita sudah terbaik. Namun, kalau untuk Asia kita memang perlu mencari talenta yang lebih lagi dan melatihnya dengan baik,” pungkas Andi Malaranggeng. (ime)

Postingan terkait: